JAKARTA — Sekitar 300 ribu buruh dari berbagai daerah dijadwalkan memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2026. Aksi ini diproyeksikan menjadi salah satu mobilisasi pekerja terbesar tahun ini. Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat menyebut konsolidasi massa dilakukan sebagai respons atas

JAKARTA — Sekitar 300 ribu buruh dari berbagai daerah dijadwalkan memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2026. Aksi ini diproyeksikan menjadi salah satu mobilisasi pekerja terbesar tahun ini.
Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat menyebut konsolidasi massa dilakukan sebagai respons atas sejumlah tuntutan buruh yang mulai mendapat perhatian pemerintah. Aksi di Monas akan diikuti pekerja dari wilayah Jabodetabek maupun daerah lain dengan berbagai moda transportasi.
Momentum May Day tahun ini tidak hanya menjadi ajang unjuk rasa, tetapi juga konsolidasi apresiasi terhadap kebijakan yang mulai diakomodasi. Sejumlah isu yang disorot antara lain dorongan ratifikasi Konvensi ILO 188 tentang perlindungan nelayan, percepatan pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), hingga pengetatan sistem alih daya (outsourcing).
Selain itu, buruh juga mendorong pembahasan ulang regulasi ketenagakerjaan agar lebih berkeadilan bagi pekerja dan pelaku usaha. Aspirasi tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya memperbaiki sistem ketenagakerjaan nasional dalam jangka panjang.
Dalam rencana aksi, sebagian massa buruh akan bergerak secara terorganisir menuju Monas, termasuk rombongan yang menggunakan sepeda motor maupun bus. Jumhur menyatakan dirinya akan memimpin langsung pergerakan buruh dari Jakarta sebagai simbol solidaritas.
Di sisi lain, pemerintah disebut tengah menyiapkan langkah lanjutan untuk merespons tuntutan buruh, termasuk pembentukan satuan tugas mitigasi pemutusan hubungan kerja (PHK) melalui keputusan presiden. Satgas ini diharapkan mampu mengantisipasi potensi gelombang PHK serta menjaga stabilitas kesejahteraan pekerja.
Peringatan May Day 2026 juga direncanakan akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto, yang diharapkan memberikan arahan langsung kepada para pekerja. Kehadiran kepala negara dinilai menjadi simbol keterlibatan pemerintah dalam isu ketenagakerjaan nasional.
Pengamat menilai besarnya mobilisasi buruh tahun ini mencerminkan meningkatnya kesadaran kolektif pekerja terhadap hak dan kesejahteraan. Namun, efektivitas aksi akan bergantung pada tindak lanjut kebijakan yang diambil pemerintah setelah peringatan tersebut.
Dengan jumlah massa yang besar dan agenda tuntutan yang strategis, May Day 2026 diperkirakan menjadi momentum penting dalam dinamika hubungan industrial di Indonesia.
Tags: May Day; Hari Buruh Nasional; Demo Buruh; Aksi Buruh; Monas
















