Dua Desa di Bali Gelar Dialog, Difasilitasi KemenHAM

Dua Desa di Bali Gelar Dialog, Difasilitasi KemenHAM
Ilustrasi. Foto: Tim Kementerian Hak Asasi Manusia berdialog dengan pemerintah desa dan warga di Kabupaten Tabanan dan Buleleng, Bali.

Dua desa di Bali, Desa Batunya dan Desa Sidatapa, dikunjungi Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) pada hari sabtu (1/8/2026) untuk melakukan dialog dengan masyarakat sebagai tindak lanjut atas dugaan aksi main hakim sendiri sehingga menewaskan warga. 

Dialog yang dilakukan melibatkan pihak KemenHAM, pemerintah desa, warga, tokoh masyarakat hingga keluarga korban dengan tujuan untuk menyelesaikan konflik. KemenHAM tegaskan pentingnya penyelesaian masalah melalui hukum serta menghormati Hak Asasi Manusia. 

Edukasi Pentingnya Menolak Main Hakim Sendiri

Dalam dialog tersebut, KemenHAM memberikan pemahaman mengenai hak untuk hidup, pentingnya penyelesaian konflik secara damai, serta perlunya menyerahkan setiap dugaan tindak pidana kepada aparat penegak hukum. Thomas Harming Suwarta menegaskan tindakan main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan karena bertentangan dengan prinsip hukum dan hak asasi manusia.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mengedepankan dialog, menjaga persaudaraan, serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam menyelesaikan setiap persoalan. Menurutnya, penyelesaian konflik melalui jalur hukum menjadi kunci menjaga ketertiban dan mencegah munculnya kekerasan serupa di masa mendatang.

Koordinasi dengan Berbagai Pihak

Selain berdialog dengan masyarakat, KemenHAM sebelumnya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Buleleng mengenai pemenuhan hak-hak keluarga korban. Tim juga bertemu penyidik Polres Tabanan untuk memastikan hak-hak para tersangka tetap terpenuhi selama menjalani proses hukum.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh pihak memperoleh perlindungan hak sesuai ketentuan hukum yang berlaku. KemenHAM menilai penegakan hukum yang adil harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap hak asasi setiap orang.

Dorong Pencegahan Konflik Berbasis HAM

KemenHAM menyatakan akan terus memperkuat edukasi mengenai hak asasi manusia serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mencegah konflik yang berujung pada aksi main hakim sendiri. Pemerintah desa juga didorong membangun kerja sama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penghormatan terhadap HAM.

Melalui dialog tersebut, KemenHAM berharap peristiwa yang terjadi di Bali menjadi pembelajaran bersama bahwa setiap perselisihan harus diselesaikan melalui mekanisme hukum dan musyawarah. Pendekatan itu dinilai penting untuk menjaga keamanan, keadilan, dan keharmonisan kehidupan masyarakat.

+ posts

Jessie Evelyn adalah seorang penulis dan kreator konten yang bersemangat dengan fokus pada gaya hidup, budaya, dan tren kontemporer. Jessie berusaha menghadirkan konten yang menarik, informatif, dan menginspirasi, memberikan pembaca informasi sekaligus inspirasi.