Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, diguncang gempa bumi pada Jumat malam yang sumbernya berada di wilayah daratan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang terjadi akibat aktivitas sesar lokal di sekitar wilayah tersebut. Getaran gempa dirasakan oleh sebagian warga di Kota Kendari dan sejumlah kawasan sekitarnya. Meski sempat menimbulkan kepanikan

Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, diguncang gempa bumi pada Jumat malam yang sumbernya berada di wilayah daratan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang terjadi akibat aktivitas sesar lokal di sekitar wilayah tersebut.
Getaran gempa dirasakan oleh sebagian warga di Kota Kendari dan sejumlah kawasan sekitarnya. Meski sempat menimbulkan kepanikan karena terjadi pada malam hari, hingga laporan awal diterima belum terdapat informasi mengenai korban jiwa maupun kerusakan besar akibat peristiwa tersebut.
BMKG menjelaskan pusat gempa berada di daratan dengan kedalaman relatif dangkal. Karakteristik tersebut membuat getaran lebih mudah dirasakan masyarakat meskipun magnitudo gempa tidak tergolong besar. Kondisi serupa kerap terjadi pada wilayah yang berada di dekat jalur sesar aktif.
Setelah gempa terjadi, masyarakat sempat keluar rumah untuk memastikan kondisi lingkungan sekitar tetap aman. Sejumlah warga juga membagikan informasi terkait getaran yang dirasakan melalui media sosial dan aplikasi percakapan.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta mengikuti perkembangan informasi resmi yang disampaikan melalui kanal BMKG guna menghindari penyebaran kabar yang menyesatkan.
Sulawesi Tenggara termasuk wilayah yang memiliki aktivitas kegempaan cukup tinggi karena dipengaruhi sejumlah struktur geologi aktif. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi gempa menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi bencana.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga terus memantau perkembangan situasi pascagempa untuk memastikan kondisi masyarakat tetap aman. Hingga malam hari, aktivitas warga di Kota Kendari dilaporkan berangsur normal setelah getaran mereda.
BMKG menegaskan gempa yang terjadi tidak berpotensi menimbulkan tsunami karena sumbernya berada di daratan dan tidak memicu deformasi dasar laut.
















