JAKARTA — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memanggil perusahaan taksi listrik Green SM menyusul keterlibatan kendaraan tersebut dalam rangkaian peristiwa yang berujung pada kecelakaan kereta api di Bekasi Timur. Langkah ini diambil untuk mengevaluasi faktor penyebab awal yang diduga memicu gangguan operasional jalur rel. Menteri Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menginstruksikan agar dilakukan pertemuan dengan pihak

JAKARTA — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memanggil perusahaan taksi listrik Green SM menyusul keterlibatan kendaraan tersebut dalam rangkaian peristiwa yang berujung pada kecelakaan kereta api di Bekasi Timur. Langkah ini diambil untuk mengevaluasi faktor penyebab awal yang diduga memicu gangguan operasional jalur rel.
Menteri Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menginstruksikan agar dilakukan pertemuan dengan pihak operator taksi guna mengklarifikasi kronologi kejadian serta mengevaluasi standar keselamatan operasional kendaraan di perlintasan sebidang.
Insiden bermula dari sebuah taksi Green SM yang diduga mengalami kendala di perlintasan rel dekat Bekasi Timur. Kendaraan tersebut kemudian tertemper kereta commuter line, yang menyebabkan gangguan pada perjalanan kereta di jalur tersebut.
Akibat gangguan tersebut, salah satu rangkaian KRL terpaksa berhenti di jalur. Dalam kondisi itu, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang tidak dapat menghindari tabrakan sehingga terjadi benturan yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.
Kemenhub menilai perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan di perlintasan sebidang, termasuk kepatuhan pengemudi kendaraan terhadap rambu dan prosedur keselamatan. Pemerintah juga menekankan pentingnya koordinasi antara operator transportasi darat dan perkeretaapian untuk mencegah kejadian serupa.
Di sisi lain, pihak Green SM menyatakan telah memberikan keterangan kepada aparat dan mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung. Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk menjaga standar keselamatan operasional dan akan mengikuti seluruh proses evaluasi yang dilakukan pemerintah.
Kecelakaan ini menjadi perhatian nasional karena menimbulkan korban jiwa serta mengganggu layanan kereta api di lintasan padat Jabodetabek. Pemerintah memastikan investigasi akan dilakukan secara komprehensif, termasuk oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), untuk mengungkap penyebab pasti dan menentukan langkah perbaikan.
Selain aspek teknis, kejadian ini juga menyoroti pentingnya disiplin pengguna jalan di perlintasan rel. Data menunjukkan bahwa kecelakaan di perlintasan sebidang masih menjadi salah satu faktor utama insiden transportasi kereta di Indonesia.
Dengan pemanggilan ini, Kemenhub berharap dapat memperkuat sistem keselamatan lintas moda serta meningkatkan kepatuhan semua pihak terhadap aturan yang berlaku.
Tags: Korlantas; ETLE 2026; Polri; Polda; Sentul Bogor















