Adira Finance mencatat penyaluran pembiayaan sebesar Rp11,9 triliun sepanjang kuartal I 2026. Kinerja tersebut didorong oleh pertumbuhan permintaan pembiayaan kendaraan bermotor serta meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat pada awal tahun. Perusahaan multifinance tersebut menyebut sektor otomotif masih menjadi kontributor utama dalam penyaluran pembiayaan, baik roda dua maupun roda empat. Selain pembiayaan kendaraan, Adira Finance juga terus

Adira Finance mencatat penyaluran pembiayaan sebesar Rp11,9 triliun sepanjang kuartal I 2026.
Kinerja tersebut didorong oleh pertumbuhan permintaan pembiayaan kendaraan bermotor serta meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat pada awal tahun.
Perusahaan multifinance tersebut menyebut sektor otomotif masih menjadi kontributor utama dalam penyaluran pembiayaan, baik roda dua maupun roda empat.
Selain pembiayaan kendaraan, Adira Finance juga terus memperluas layanan pembiayaan multiguna dan pembiayaan syariah guna menjangkau lebih banyak segmen masyarakat.
Pengamat industri keuangan menilai pertumbuhan pembiayaan menunjukkan daya beli masyarakat mulai membaik meskipun kondisi ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian.
Namun perusahaan pembiayaan juga diingatkan tetap menjaga kualitas kredit dan mengantisipasi potensi risiko gagal bayar di tengah volatilitas ekonomi.
Dalam beberapa tahun terakhir, industri multifinance terus menghadapi tantangan mulai dari perubahan perilaku konsumen, digitalisasi layanan, hingga tekanan suku bunga.
Adira Finance menyatakan terus mendorong transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi layanan dan memperluas akses pembiayaan kepada pelanggan.
Selain itu, perusahaan juga memperkuat strategi pengelolaan risiko dan menjaga rasio kredit bermasalah tetap terkendali.
Pengamat ekonomi menilai sektor pembiayaan masih memiliki peluang tumbuh pada 2026 seiring meningkatnya kebutuhan konsumsi dan aktivitas ekonomi domestik.















