Airbus Periksa 16 A380 Usai Retakan Sayap

Airbus Periksa 16 A380 Usai Retakan Sayap
Ilustrasi. Foto: Airbus Periksa 16 A380 Usai Retakan Sayap

Produsen pesawat asal Eropa, Airbus, memerintahkan inspeksi terhadap 16 unit pesawat superjumbo A380 setelah ditemukan retakan pada salah satu komponen penting struktur sayap. Langkah tersebut dilakukan sebagai tindakan pencegahan guna memastikan keselamatan operasional armada pesawat penumpang terbesar di dunia tersebut tetap terjaga.

Pemeriksaan dilakukan setelah retakan ditemukan pada bagian struktur utama sayap yang berperan penting dalam menopang beban pesawat saat terbang. Dari total pesawat yang terdampak, lima unit milik maskapai Emirates harus menjalani inspeksi sebelum kembali dioperasikan. Otoritas keselamatan penerbangan Eropa atau European Union Aviation Safety Agency (EASA) telah mengeluarkan arahan resmi terkait pemeriksaan tersebut.

Airbus menegaskan bahwa temuan tersebut tidak berarti seluruh armada A380 menghadapi risiko keselamatan langsung. Namun perusahaan memilih melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan kondisi struktur pesawat tetap sesuai standar keselamatan penerbangan internasional.

A380 merupakan pesawat berbadan lebar dua tingkat yang mampu mengangkut lebih dari 500 penumpang dalam konfigurasi standar. Sejak pertama kali beroperasi secara komersial, pesawat ini menjadi simbol kemajuan industri penerbangan global dan digunakan oleh sejumlah maskapai besar dunia, termasuk Emirates, Singapore Airlines, Qantas, dan Lufthansa.

Masalah retakan pada sayap A380 sebenarnya bukan kali pertama terjadi. Pada 2012 dan 2019, Airbus juga pernah melakukan pemeriksaan serta perbaikan setelah ditemukan retakan pada sejumlah pesawat produksi awal. Meski demikian, Airbus saat itu menegaskan bahwa masalah tersebut tidak berdampak langsung terhadap keselamatan penerbangan selama prosedur inspeksi dan perbaikan dijalankan sesuai ketentuan.

Industri penerbangan global saat ini menerapkan standar pemantauan yang sangat ketat terhadap kondisi armada. Setiap temuan teknis sekecil apa pun wajib dilaporkan dan ditindaklanjuti guna mencegah risiko yang lebih besar. Karena itu, inspeksi berkala terhadap struktur pesawat menjadi bagian penting dari sistem keselamatan penerbangan modern.

Airbus menyatakan akan bekerja sama dengan maskapai operator dan regulator penerbangan untuk menyelesaikan proses inspeksi secepat mungkin. Jika ditemukan kerusakan tambahan, perusahaan akan memberikan panduan teknis dan langkah perbaikan sebelum pesawat diizinkan kembali beroperasi.

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis dan kreator konten yang bersemangat dengan fokus pada gaya hidup, budaya, dan tren kontemporer. Jessie berusaha menghadirkan konten yang menarik, informatif, dan menginspirasi, memberikan pembaca informasi sekaligus inspirasi.