
Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI membantah tudingan bahwa pemerintah berada di balik berbagai aksi demonstrasi yang mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam beberapa waktu terakhir. Lembaga tersebut menegaskan pemerintah tidak melakukan pengondisian massa maupun mengarahkan kelompok tertentu untuk turun ke jalan menyuarakan dukungan terhadap program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI, Kurnia Ramadhana, menyatakan pemerintah menghormati seluruh bentuk penyampaian pendapat di ruang publik, baik yang mendukung maupun mengkritik kebijakan negara. Menurutnya, kebebasan berpendapat merupakan hak warga negara yang dijamin dalam sistem demokrasi Indonesia.
Pernyataan tersebut muncul setelah berkembang spekulasi mengenai keterlibatan pemerintah dalam sejumlah aksi yang menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan program MBG. Isu itu mencuat bersamaan dengan polemik terkait dugaan penerimaan dana oleh sejumlah mahasiswa yang terlibat dalam aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.
Bakom menegaskan fokus pemerintah saat ini adalah memperbaiki tata kelola dan pelaksanaan program MBG agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Evaluasi dan pembenahan terus dilakukan, termasuk melalui langkah-langkah yang dijalankan oleh pimpinan baru di lingkungan penyelenggara program.
Di tengah polemik tersebut, gelombang demonstrasi terkait MBG memang terus berlangsung di sejumlah daerah. Namun karakter aksi yang muncul beragam, mulai dari kelompok yang mendukung kelanjutan program hingga mahasiswa yang mengkritisi aspek pelaksanaan, pengawasan, dan penggunaan anggarannya.
Kurnia menegaskan pemerintah tidak membedakan kelompok masyarakat berdasarkan sikap mereka terhadap kebijakan publik. Selama dilakukan sesuai aturan, seluruh aspirasi akan dihormati sebagai bagian dari proses demokrasi. Karena itu, tuduhan bahwa pemerintah mengatur atau membiayai demonstrasi pendukung MBG dinilai tidak berdasar.
Program MBG sendiri menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Prabowo yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Program tersebut juga diharapkan dapat menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku usaha dan pemasok bahan pangan di berbagai daerah.
Pemerintah berharap perdebatan mengenai MBG dapat berlangsung secara sehat dan konstruktif. Selain menjaga transparansi pelaksanaan program, pemerintah juga membuka ruang bagi kritik dan masukan guna memastikan manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat luas.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis dan kreator konten yang bersemangat dengan fokus pada gaya hidup, budaya, dan tren kontemporer. Jessie berusaha menghadirkan konten yang menarik, informatif, dan menginspirasi, memberikan pembaca informasi sekaligus inspirasi.
