Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan pada perdagangan sesi pertama dengan turun ke level 5.734. Tekanan jual terjadi di berbagai sektor sehingga mayoritas saham tercatat bergerak di zona merah. Data perdagangan menunjukkan sebanyak 716 saham mengalami penurunan harga, mencerminkan sentimen negatif yang masih mendominasi pasar. Sementara jumlah saham yang menguat jauh lebih sedikit dibandingkan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan pada perdagangan sesi pertama dengan turun ke level 5.734. Tekanan jual terjadi di berbagai sektor sehingga mayoritas saham tercatat bergerak di zona merah.
Data perdagangan menunjukkan sebanyak 716 saham mengalami penurunan harga, mencerminkan sentimen negatif yang masih mendominasi pasar. Sementara jumlah saham yang menguat jauh lebih sedikit dibandingkan emiten yang terkoreksi.
Pelaku pasar menilai tekanan terhadap IHSG dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik, termasuk pelemahan rupiah, pergerakan pasar internasional, serta meningkatnya kehati-hatian investor terhadap aset berisiko.
Saham-saham sektor keuangan, konsumsi, dan infrastruktur menjadi beberapa kelompok yang ikut mengalami tekanan. Arus keluar dana asing juga masih menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi likuiditas pasar dalam jangka pendek.
Meski demikian, sejumlah analis menilai volatilitas yang terjadi saat ini belum sepenuhnya mencerminkan fundamental emiten. Banyak perusahaan tercatat masih membukukan kinerja yang relatif stabil di tengah kondisi pasar yang bergejolak.
Investor disarankan mencermati perkembangan ekonomi global dan kebijakan moneter yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar saham dalam beberapa waktu ke depan.
















