Kapal Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz, Pasokan Energi RI Dipastikan Aman

Kapal Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz, Pasokan Energi RI Dipastikan Aman
Ilustrasi. Foto: Kapal Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz, Pasokan Energi RI Dipastikan Aman

PT Pertamina International Shipping (PIS) memastikan kapal tanker Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman setelah sempat tertahan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Keberhasilan tersebut memastikan seluruh kapal milik Pertamina yang sebelumnya berada di Teluk Arab kini telah keluar dari jalur pelayaran strategis tersebut dan kembali menjalankan operasional normal.

Pejabat Sementara Corporate Secretary PIS Vega Pita menjelaskan Pertamina Pride mulai bergerak dari Teluk Arab pada Selasa, 7 Juli 2026, setelah memperoleh izin dan melewati serangkaian penilaian risiko yang ketat. Kapal kemudian berhasil melintasi Selat Hormuz pada Rabu, 8 Juli 2026, tanpa mengalami kendala keamanan. Saat ini, kapal yang mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah itu melanjutkan pelayaran menuju Kilang Cilacap dan diperkirakan tiba di Indonesia pada 23 Juli 2026.

Menurut PIS, keberhasilan pelayaran tersebut merupakan hasil koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran, serta berbagai otoritas maritim terkait. Sebelum kapal diberangkatkan, perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan, mulai dari kondisi keamanan kawasan, perlindungan asuransi, kesiapan teknis kapal, hingga kesiapan awak kapal. Seluruh proses juga dipantau selama 24 jam melalui pusat kendali (crisis center) untuk memastikan pelayaran berlangsung aman.

Keberhasilan Pertamina Pride menyusul kapal Gamsunoro yang lebih dulu berhasil melewati Selat Hormuz beberapa waktu lalu. Dengan keluarnya kedua kapal tersebut, risiko gangguan terhadap distribusi minyak mentah untuk kebutuhan nasional dinilai semakin berkurang. Jalur Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu rute pelayaran energi paling penting di dunia dan sempat mengalami gangguan akibat meningkatnya konflik di kawasan, sehingga sejumlah kapal tanker internasional memilih menunda atau mengubah rute pelayaran mereka.

PIS menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi keamanan di jalur pelayaran internasional, khususnya di kawasan Timur Tengah, untuk memastikan keselamatan awak kapal dan kelancaran distribusi energi nasional. Perusahaan juga menyatakan akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah serta otoritas terkait apabila kondisi geopolitik kembali berubah. Dengan keberhasilan Pertamina Pride melintasi Selat Hormuz, pasokan minyak mentah menuju Indonesia diharapkan tetap berjalan sesuai rencana sehingga kebutuhan energi domestik dapat terjaga di tengah ketidakpastian global.

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis dan kreator konten yang bersemangat dengan fokus pada gaya hidup, budaya, dan tren kontemporer. Jessie berusaha menghadirkan konten yang menarik, informatif, dan menginspirasi, memberikan pembaca informasi sekaligus inspirasi.