
Selebgram Awkarin atau Karin Novilda mengembalikan uang saku sebesar Rp10 juta kepada penyidik Polda Metro Jaya saat menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam perkara dugaan penipuan dan penggelapan dana umrah yang melibatkan Hanania Travel. Pengembalian dana tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan yang tengah berlangsung.
Kuasa hukum Awkarin menjelaskan kliennya diperiksa selama sekitar tiga jam dan mendapat 33 pertanyaan dari penyidik. Pemeriksaan berfokus pada hubungan kerja sama antara Awkarin dan PT Hasanah Tama Internasional atau Hanania Group, termasuk fasilitas perjalanan umrah yang pernah diterima melalui skema kerja sama promosi. Menurut kuasa hukum, kerja sama tersebut berlangsung sekitar dua tahun lalu dan bersifat barter jasa promosi, bukan pembayaran dalam bentuk tunai.
Selain fasilitas umrah, Awkarin mengakui sempat menerima uang saku senilai Rp10 juta selama perjalanan. Dana itulah yang kemudian diserahkan kepada penyidik untuk disita sebagai barang bukti. Pihaknya menegaskan langkah tersebut merupakan bentuk itikad baik sekaligus dukungan terhadap proses hukum yang sedang berjalan. Awkarin juga menyatakan tidak mengetahui sumber dana yang digunakan perusahaan ketika menjalin kerja sama promosi dengannya pada saat itu.
Kasus Hanania Travel menjadi perhatian publik setelah ratusan calon jemaah umrah melaporkan dugaan penipuan dengan nilai kerugian yang besar. Dalam penyidikan, polisi telah memeriksa sejumlah figur publik yang pernah bekerja sama dengan perusahaan tersebut untuk menelusuri aliran dana dan bentuk kerja sama yang dilakukan. Sebelumnya, beberapa selebritas lain juga mengembalikan uang saku atau fasilitas yang diterima kepada penyidik sebagai bagian dari proses penyitaan barang bukti.
Polda Metro Jaya menegaskan pemeriksaan terhadap saksi-saksi masih akan terus dilakukan untuk melengkapi alat bukti serta mengungkap aliran dana dalam perkara tersebut. Penyidik juga terus menelusuri aset perusahaan yang diduga berasal dari hasil tindak pidana guna memaksimalkan upaya pemulihan kerugian para korban. Awkarin menyatakan siap memberikan keterangan tambahan apabila kembali dipanggil oleh penyidik dalam proses hukum selanjutnya.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis dan kreator konten yang bersemangat dengan fokus pada gaya hidup, budaya, dan tren kontemporer. Jessie berusaha menghadirkan konten yang menarik, informatif, dan menginspirasi, memberikan pembaca informasi sekaligus inspirasi.
