
Ilustrasi. Foto: Komdigi Gandeng Universitas Brawijaya Kembangkan AI untuk Dukung Sekolah Rakyat
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bekerja sama dengan Universitas Brawijaya (UB) mengembangkan sistem berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendukung penyelenggaraan program Sekolah Rakyat. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menghadirkan teknologi yang mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran, memperkuat tata kelola pendidikan, serta memperluas akses layanan pendidikan bagi masyarakat.
Pengembangan teknologi AI menjadi bagian dari transformasi digital yang tengah didorong pemerintah di sektor pendidikan. Melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, Komdigi berharap inovasi yang dihasilkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasional, termasuk mendukung program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui Sekolah Rakyat.
Sistem yang sedang dikembangkan dirancang untuk membantu berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan, mulai dari pengelolaan data, analisis proses belajar, hingga penyediaan rekomendasi yang dapat mendukung pengambilan keputusan. Pemanfaatan AI juga diharapkan mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih adaptif sesuai kebutuhan peserta didik, sekaligus meningkatkan efisiensi administrasi di lingkungan sekolah.
Komdigi menilai kolaborasi dengan Universitas Brawijaya menjadi langkah strategis karena perguruan tinggi memiliki kapasitas riset dan pengembangan teknologi yang dapat diterapkan secara langsung dalam program pemerintah. Sinergi tersebut diharapkan menghasilkan inovasi yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan.
Selain mengembangkan sistem berbasis AI, kerja sama tersebut juga membuka peluang peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang teknologi digital. Dosen, peneliti, dan mahasiswa akan dilibatkan dalam proses pengembangan sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap lahirnya solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan.
Pemerintah menegaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan di sektor pendidikan bukan untuk menggantikan peran tenaga pendidik. Sebaliknya, teknologi tersebut diposisikan sebagai alat pendukung yang membantu guru dalam menyusun materi, memantau perkembangan peserta didik, serta meningkatkan kualitas layanan pembelajaran secara keseluruhan.
Melalui pengembangan AI untuk Sekolah Rakyat, pemerintah berharap transformasi digital di bidang pendidikan dapat berlangsung lebih cepat dan merata. Inovasi tersebut diharapkan mampu memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas, memperkuat literasi digital, serta menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih modern dan inklusif. Ke depan, hasil kolaborasi antara Komdigi dan Universitas Brawijaya akan terus disempurnakan melalui tahap pengujian dan evaluasi sebelum diterapkan secara lebih luas. Dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan, program Sekolah Rakyat diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi peserta didik sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul di era digital.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis dan kreator konten yang bersemangat dengan fokus pada gaya hidup, budaya, dan tren kontemporer. Jessie berusaha menghadirkan konten yang menarik, informatif, dan menginspirasi, memberikan pembaca informasi sekaligus inspirasi.
