
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menargetkan seluruh desa di provinsinya telah menikmati akses listrik pada akhir 2027. Target elektrifikasi 100 persen tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah bersama PT PLN (Persero) untuk menghapus kesenjangan akses energi, terutama di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.
Sherly menegaskan listrik menjadi kebutuhan dasar yang berpengaruh langsung terhadap pendidikan, aktivitas ekonomi, layanan publik, dan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, pembangunan infrastruktur kelistrikan diarahkan untuk menjangkau desa-desa yang selama ini belum tersambung dengan jaringan maupun belum memperoleh pasokan secara memadai.
Tantangan utama elektrifikasi Maluku Utara terletak pada kondisi geografis yang tersebar di banyak pulau. Pembangunan jaringan membutuhkan dukungan infrastruktur, akses transportasi, serta biaya yang lebih besar dibandingkan wilayah yang saling terhubung melalui daratan. Pemerintah daerah pun mendorong koordinasi dengan PLN agar proyek dapat diselesaikan sesuai jadwal.
Berdasarkan rencana elektrifikasi sebelumnya, masih terdapat puluhan desa dan sejumlah dusun yang belum menikmati akses listrik. Sebanyak 41 desa menjadi bagian dari tahap awal percepatan, kemudian dilanjutkan dengan 26 desa lainnya. Sementara itu, 14 desa tersisa ditargetkan dapat diselesaikan hingga akhir 2027.
Wilayah yang masih membutuhkan perluasan akses antara lain tersebar di Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, dan Pulau Taliabu. Sebaliknya, sejumlah daerah seperti Ternate, Tidore Kepulauan, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, dan Pulau Morotai telah mencapai elektrifikasi penuh.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga menempatkan kolaborasi dengan PLN sebagai bagian penting dari percepatan Program Listrik Desa. Dukungan pemerintah daerah diperlukan untuk membantu penyelesaian berbagai kendala di lapangan agar pembangunan jaringan dapat menjangkau masyarakat di kawasan 3T.
Sherly menilai pemerataan listrik tidak hanya berkaitan dengan penerangan. Akses energi diharapkan membuka peluang usaha, meningkatkan produktivitas masyarakat, mendukung kegiatan belajar, serta memperkuat pelayanan dasar di daerah terpencil.
Dengan target penyelesaian pada 2027, pemerintah daerah akan terus mengawasi perkembangan proyek elektrifikasi. Keberhasilan program tersebut diharapkan membuat seluruh masyarakat Maluku Utara memperoleh akses energi yang lebih merata sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antara pusat perkotaan dan wilayah kepulauan.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis dan kreator konten yang bersemangat dengan fokus pada gaya hidup, budaya, dan tren kontemporer. Jessie berusaha menghadirkan konten yang menarik, informatif, dan menginspirasi, memberikan pembaca informasi sekaligus inspirasi.
