
Pemerintah Sri Lanka akan mengubah sebagian bangunan rumah sakit yang sudah tidak digunakan menjadi fasilitas penjara baru. Langkah tersebut diambil untuk mengurangi kepadatan kronis di lembaga pemasyarakatan setelah kerusuhan mematikan di Penjara Negombo menewaskan 28 orang.
Kementerian Kehakiman Sri Lanka menyiapkan bekas rumah sakit di Mahamodara, dekat kota pelabuhan Galle, sebagai tempat penahanan tambahan. Kebijakan itu menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap kondisi penjara yang menampung tahanan jauh melampaui kapasitas dan dinilai turut meningkatkan risiko kekerasan.
Kerusuhan di Negombo menjadi salah satu insiden penjara paling mematikan di Sri Lanka dalam lebih dari satu dekade. Sebanyak 20 narapidana dan delapan petugas dilaporkan tewas. Fasilitas tersebut dirancang untuk sekitar 650 orang, tetapi dihuni sekitar 2.400 tahanan ketika bentrokan terjadi.
Masalah serupa juga terjadi secara nasional. Sebanyak 22 penjara di Sri Lanka menampung sekitar 41.000 orang atau hampir empat kali lipat dari kapasitas yang tersedia. Lonjakan jumlah tahanan dalam beberapa tahun terakhir terutama berkaitan dengan perkara narkotika, yang mencakup lebih dari 65 persen populasi penghuni penjara.
Selain memanfaatkan bekas rumah sakit, pemerintah berencana mengaktifkan kembali fasilitas penjara era kolonial yang sebelumnya disiapkan untuk proyek hotel. Otoritas juga mempertimbangkan pembangunan penjara baru di kawasan pangkalan angkatan laut sebagai bagian dari upaya memperluas kapasitas.
Pemerintah turut mengkaji perubahan aturan yang memungkinkan tahanan berisiko rendah menjalani hukuman rumah. Opsi tersebut dipertimbangkan untuk mengurangi jumlah penghuni penjara tanpa harus terus bergantung pada pembangunan fasilitas baru.
Namun, kalangan pegiat hak asasi manusia menilai penambahan ruang tahanan saja tidak cukup menyelesaikan persoalan. Mereka mendorong reformasi sistem peradilan, termasuk penggunaan pendekatan rehabilitasi dan hukuman berbasis masyarakat bagi kasus tertentu.
Kerusuhan Negombo menjadi peringatan keras bagi pemerintah mengenai dampak kepadatan ekstrem terhadap keamanan tahanan dan petugas. Pemerintah kini menghadapi tekanan untuk mempercepat pembenahan sistem pemasyarakatan sekaligus mencegah tragedi serupa terulang.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis dan kreator konten yang bersemangat dengan fokus pada gaya hidup, budaya, dan tren kontemporer. Jessie berusaha menghadirkan konten yang menarik, informatif, dan menginspirasi, memberikan pembaca informasi sekaligus inspirasi.
